Showing posts with label abu dhabi. Show all posts
Showing posts with label abu dhabi. Show all posts

Tuesday, September 8, 2020

Mama Rantau Menulis Buku Antologi

 Assalamu'alaykum Wr Wb

Apa kabar teman-teman online semuanya.. Semoga sehat selalu yaa dan kita semua terhindar dari segala penyakit. Seperti yang kita ketahui sekarang dunia sedang dilanda pandemik. Virus Covid-19 yang tersebar dengan cepat mulai dari bulan Desember 2019 hingga blog ini saya tulis di bulan September 2020 vaksinnya pun belum ditemukan. Semua orang masih dihimbau untuk stay at home atau dirumah aja oleh pemerintah. Keluar rumah itu hanya jika ada keperluan yang benar-benar mendesak banget.

Selama dirumah aja pasti bosen banget ya.. Kalau teman - teman selama pandemik ngapain aja nih ? Kalau saya selama pandemik ceritanya ikutan kelas menulis dan Alhamdulillah sudah menghasilkan 2 buku antologi loh. InsyaaAllah bulan depan akan nambah satu buku lagi. 

Buku Antologi itu apa sih?? Buku antologi adalah kumpulan dari karya - karya sastra atau tulisan yang dijadikan dalam satu buku. 

Buku antologi yang pertama judulnya Ada Cinta Di Masakan Bunda, naskah yang saya tulis judunya Sekarang Ibu Sudah Bisa Memasak! Dari judulnya aja ini bercerita tentang ibu - ibu yang berjuang untuk memasak untuk keluarganya ketika harus pindah negara mengikuti suaminya yang merantau. 



Buku Antologi : Ada Cinta Di Masakan Bunda 

Nah kalo buku antologi yang kedua, judulnya Asa Itu Nyata. Sesuai sama judulnya Asa yaitu harapan, mimpi ataupun cita-cita. Hampir setiap orang pasti punya cita-cita setinggi langit kan? Dan untuk mencapainya pastinya perlu usaha, kerja keras dan juga ngga lupa untuk berdoa. Di buku ini, naskah yang saya tulis berjudul Salah Jurusan, yang bercerita tentang seorang mahasiswa yang memiliki cita-cita sejak kecil tapi ternyata takdir berkata lain. Dia harus mengenyam pendidikan yang tidak sesuai dengan passionnya. Kira - kira gimana ya perjuangan dia untuk menyelesaikan kuliah dan mencapai cita-citanya. Penasaran gak? Baca ajaa bukunya.


Buku Antologi Kedua : Asa Itu Nyata

Buat teman - teman yang mau memesan dan membeli bukunya. Bisa pesan melalui email saya ya balgies.karamina@gmail.com 

Seneng banget ternyata seorang ibu beranak dua yang ada dirantau ini masih bisa produktif juga di era pandemik seperti sekarang. Jadi ngga bosen-bosen banget deh dengan rutinitas yang itu-itu aja. Mudah - mudahan bisa meramaikan dunia literasi di Indonesia. 

Sekian cerita tentang buku - buku antologi yang saya tulis. InsyaaAllah akan ada karya terbaru saya bulan depan. Nanti kalau sudah terbit insyaaAllah saya share disini yaa..

Wasalam 


Wednesday, April 12, 2017

Pesona Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi

Assalamu'alaykum,

Saat musim dingin tahun 2016 yang lalu saya and my running buddy ceritanya lari pagi dari Khalidiya area sampai Sheikh Zayed Grand Mosque, cerita lengkapnya klik disini ya -->> Cerita lari pagi Balgies & Deasy.
Waktu itu saya janji mau cerita detail mengenai Sheikh Zayed Grand Mosque ini, dan akhirnyaaaa baru terlaksana sekarang.




Masjid ini merupakan Icon dari kota Abu Dhabi, yang digunakan sebagai tempat ibadah dan juga tempat wisata oleh para pengunjung dan turis mancanegara. Sheikh Zayed Grand Mosque, sesuai dengan namanya, masjid ini dibangun oleh Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan yang merupakan tokoh nasional pendiri negara UAE ( United Arab Emirates ). Masjid seluas 22.412 meter persegi itu dapat menampung lebih dari 40 ribu jamaah.

Jika saya sedang menyetir mobil melalui jalan Khaleej Al Arabi dari arah airport, terlihat masjid ini disebelah kanan jembatan Musaffah berdiri megah, berwarna putih dan memiliki arsitektur yang dipengaruhi arsitektural Persian, Mughal ( India, Pakistan, Bangladesh ), dan juga Mooris ( Maroko ).  




Beberapa kali saya mengunjungi Sheikh Zayed Grand Mosque ini dan alhamdulillah saya mendapatkan fasilitas free live guided tour yang disediakan oleh pemerintah Abu Dhabi. Untuk informasi mengenai free tour nya bisa klik disini ya -->> free live guided tour sheikh zayed grand mosque . Dari tour tersebut saya mengetahui secara detail mengenai sejarah dibangunnya masjid dan juga mengenai arsitektur dari bangunan tersebut dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Arab. Masjid ini dibangun dengan konstruksi yang kuat dan menggunakan bahan berkualitas baik seperti batu marmer, emas kristal dan keramik.

Pemandu wisatanya mengajak berkeliling masjid yang didalamnya terdapat 7 Lampu Gantung atau Chandelier yang besar-besar dan cantik sekali. Mengapa jumlahnya 7 lampu gantung? Karena menurut sang pemandu wisata, filosofinya diambil dari 7 Emirates di yang ada di UAE yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Fujairah, Ajman, Um Al Quwain, serta Ras Al Khaimah. Lampu gantung yang paling megah dan besar mengambarkan Emirates Abu Dhabi sebagai ibukota dari negara UAE. Lampu - lampu yang mewah tersebut terbuat dari jutaan kristal swarosvki yang dibuat oleh perusahaan di Jerman. Warna - warni nya sungguh sangat memanjakan mata.





Saat masuk kedalam masjid hanya kata Masya Allah yang keluar dari mulut saya setiap menjajaki setiap sudut ruangan. Terbentang hamparan karpet indah yang di daulat sebagai karpet terbesar di dunia buatan tangan dari ribuan pengerajin dari Iran. Masjid yang memiliki 96 kolom yang berhias dengan mutiara didalam ruang doa utama ini, memiliki interior yang sangat cantik penuh dengan desain bunga dan tanaman. Mimbar masjid ini memiliki 11 anak tangga yang terbuat dari kayu cedar dengan ukiran yang berbentuk kerang dan bunga serta dihiasi dengan mutiara dan emas putih. Pada dinding kiblat masjid yang dilengkapi dengan pencahayaan fiber optic ini, teurkir 99 nama Allah atau asmaul husna dengan menggunakan huruf kaligrafi yang berjenis  Kufic yang merupakan karya dari seniman kaligrafi yang berasal dari UAE, Muhammed Mandi Al Tamimi.








Dibagian luar masjid dibangun kolam air seluas 7.874 meter persegi, yang bertujuan untuk memberikan efek dingin dan segar ditengah panasnya padang pasir yang bila musim panas bisa mencapai 48 - 49 derajat. Selain itu masjid ini juga memiliki sistem pencahayaan yang sangat unik yaitu menggunakan sinar matahari yang energinya disimpan untuk pencahayaan dimalam hari. Beberapa wilayah di Abu Dhabi pun banyak yang menggunakan sistem pencahayaan seperti ini.




Oh iya, sebelum kita memasuki halaman masjid yang luas ini, terdapat pula taman - taman cantik yang banyak di tumbuhi pepohonan. Banyak juga orang yang duduk - duduk disana, istirahat setelah lelah mengelilingi semua bagian masjid, sambil menikmati bunga dan pepohonan disana atau numpang foto-foto dibawah pohon korma. Jadi buat teman - teman yang sedang ke UAE jangan lupa mampir ke Sheikh Zayed Grand Mosque yaaaa..Karena masjid ini merupakan salah satu tempat menarik yang ada di Abu Dhabi.








Friday, March 17, 2017

Menikmati Kopi Bertaburkan Serbuk Emas di Emirates Palace Hotel - Abu Dhabi

Assalamu'alaykum,

Siapapun pasti penasaran apa sih rasanya minum kopi yang bertaburkan serbuk emas?? Di Abu Dhabi, terdapat hotel yang menawarkan makanan dan minuman yang bertabur kan emas 24 karat.



Hotel mewah berbintang tujuh yang memiliki interior bertabur emas, adalah salah satu dari sekian banyak tempat yang wajib dikunjungi ketika kita di Abu Dhabi. Hotel yang ada di film Fast and Furious 7 ini terletak di sebelah barat Corniche Road. Selain menawarkan kemewahan, hotel ini memiliki private beach, club beach, beberapa aktifitas juga ada disana dan terdapat pula taman- taman yang indah disekitarnya.




Disuatu weekend saya beserta teman-teman dan keluarga mampir ke Emirates Palace Hotel untuk menikmati sore hari di Abu Dhabi sambil ngopi-ngopi cantik disana. Saat masuk kehalaman luar hotelnya mata kita dimanjakan oleh arsitektur gedung yang megah berwarna ke emasan. Hotel yang dibuka sekitar bulan Maret 2005 ini salah satu dari sekian banyak tempat di Abu Dhabi yang sering sekali dikunjungi oleh turis-turis.

Sore itu angin cukup kencang, mungkin karena masih awal-awal musim dingin kali yaa. Sebelum ke kafe nya kami duduk-duduk di halaman luar hotel sambil foto-foto sebentar. Saat hari semakin gelap kami memutuskan untuk masuk kedalam hotelnya.






Untuk masuk kedalam kafe nya kita harus melewati lobby hotel yang berperabot emas dan berlantai marmer. Selain itu terdapat kubah mewah dengan arsitektur khas arabia di atas lobby utama hotel ini. Akhirnya sampai juga saya di Le Cafè Emirates Palace. Saya memesan Palace Cappuccino, yaitu kopi cappuccino yang ditaburi gold flakes 24 karat dan merupakan minuman yang terkenal dari hotel ini. Untuk rasanya sendiri menurut saya sama dengan cappuccino pada umunya, hanya saja karena ditambah taburan emas sehingga membuat kopi ini terasa spesial. Harga satu cangkir cappuccino adalah 60 dhs ++ ( kurs nya di convert sendiri aja ya pake currency converter). Terdapat pula live music di depan Le Cafè, sehingga kita bisa menikmati kopi yang disajikan didalam tray bersama dengan kurma sambil mendengarkan alunan musik yang indah.







Walaupun belum berkesempatan melihat langsung kedalam kamar hotel dan menginap disana, tetapi saya terkesan sekali dengan lobbynya, arsitektur gedung, interior sepanjang lobby, kubah besar yang indah, restorannya serta kopi yang bertabur emas 24 karat.




Monday, February 27, 2017

Lari Sore di Yas Marina Circuit - Abu Dhabi

Assalamu'alaykum wr wb

Bagi penggemar perlombaan balap mobil kelas utama atau biasanya disebut Grand Prix, istilah yang digunakan untuk kejuaraan reli dunia dan Formula satu, pastinya tidak asing lagi mendengar Yas Marina Circuit. Yas Marina Circuit adalah sirkuit balap mobil kedua yang berada di Middle East dan merupakan tempat diadakannya Grand Prix di Abu Dhabi yang terletak di Yas Island, dengan jarak tempuh 30 menit dari pusat kota.



Setiap hari selasa sore dan hari rabu malam ( khusus setiap rabu, ladies only yaaa), Yas Marina Circuit dibuka untuk publik mulai pukul 6 sore sampai jam 10 malam. Disana kita bisa lari atau jogging, naik sepeda, atau berjalan - jalan santai menikmati indahnya sunset di Yas Island.




Biasanya setiap hari selasa saya dan keluarga sering sekali menghabiskan waktu di Yas Marina Circuit terutama saat musim dingin tiba. Sehabis magrib saya mulai lari mengelilingi circuit yang satu putarannya berjarak hampir 6 KM atau tepatnya sekitar 5,55 KM. Kalau pak suamik dan si princess kadang - kadang suka naik sepeda mengelilingi circuit nya. Jangan khawatir kalau tidak punya sepeda, karena disana disediakan penyewaan sepeda juga.











Sunday, January 8, 2017

Memasak Nasi Gila Menteng di Abu Dhabi

Assalamu'alaykum,

Sebagai anak Jakarta sejati yang dari lahir, tumbuh besar, sekolah dan memiliki banyak komunitas serta pergaulan di Jakarta pastinya sudah tidak asing lagi dengar makanan yang namanya nasi gila. Masakan khas Jakarta ini sangat terkenal di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Selain dimenteng nasi gila di daerah senayan pun cukup dikenal oleh warga Jakarta.


Nasi gila di bilangan Senayan salah satu yang sering kami datangi, karena tempat tinggal orang tua saya lebih dekat dengan senayan dan kantor nyokap saat itu juga dibilangan sudirman. Saat itu kami sering sekali melakukan banyak aktifitas di sekitar gelora bung karno senayan, inget sekali 17 atau 18 tahun lalu di era akhir 90-an atau awal-awal 2000an, saya dan alm. adik saya sering diajak alm. ayah saya buat makan nasi gila di daerah Senayan, Jakarta selatan ini.

Sudah lama sekali semenjak di export ke Abu Dhabi, pengen banget makan nasi gila. Lah disini dimana kalo mau beliii :( Menteng jauhhhh, senayan pun jauhhhh...mau ngga mau harus buat sendiri. Browsing - browsing resep di internet, ternyata tidak sulit untuk membuat nasi gila ini dan bahan-bahan yang diperlukan pun semua kebetulan ada dirumah, jadilah akhirnya saya memasak nasi gila untuk makan malam warga dirumah ini.

Resep nya seperti dibawah ini :

Bahan-bahan yang di perlukan :

1. 1 buah wortel di potong tipis-tipis
2. Lettuce di potong - potong
3. Kol di potong-potong
4. Dada ayam 1 slice, mungkin sekitar 50 - 80 gr di potong tipis-tipis
5. Bakso sapi 10 butir di potong kecil-kecil
6. Bawang merah yang besar/ bawang bombay 1buah
7. Jamur
8. garam secukupnya
9. lada
10. oyster sauce/ saus tiram
11. kecap manis
12. kecap asin
13. saus tomat
14. saus sambal
15. Telur 2 buah
16. Nasi Putih
17. Minyak
18. Daun Bawang
19. Kerupuk sebagai pelengkap




Cara memasaknya :

1. Panaskan minyak, goreng dada ayam sampai matang kemudian tiriskan
2. Tumis Bawang bombay dengan sedikit minyak hingga wangi, tambahkan garam, lada, oyster sauce, kecap manis, kecap asin, saus tomat, dan juga saus sambal jika terlalu kental tambahkan sedikit air.
3. Masukan Telur, aduk2 dan campurkan dengan bumbu hingga menjadi seperti scramble egg
4. Masukan bakso, jamur dan dada ayam
5. Masukan Sayurannya ( wortel, kol, daun bawang dan lettuce )
6. Setelah topping nasi gila nya matang, kemudian siapkan nasi putih satu piring
7. Tambahkan topping nasi gila di atas nasi putih tersebut, jangan lupa beri kerupuk sebagai pelengkap



Akhirnya Nasi gila Menteng ala ala sudah jadi, rasanya gak kalah enak sama nasi gila bang gondrong di Menteng atau nasi gila di Senayan hehehe...






Sunday, November 6, 2016

Pantai Corniche - Abu Dhabi

Assalamu'alaykum

Kalo bicara tentang Abu Dhabi, banyak orang yang selalu ingat dengan pantai nya yang indah, bersih, pasirnya bagus, karena Abu Dhabi secara geografis terletak di Semenanjung Arab di sebuah pulau kurang dari 250 meter dari daratan utama dan dihubungkan oleh Jembatan Maqta dan Musafah dan juga Jembatan Sheikh Zayed yang dibuka pada akhir tahun 2010 lalu. Pulau Abu Dhabi juga terhubung ke Pulau Saadiyat oleh sebuah jembatan jalan raya lima jalur. Jembatan Al-Mafraq menghubungkan Abu Dhabi ke Pulau Reem dan selesai pada awal 2011. Sebagian besar kota Abu Dhabi terletak di pulau itu sendiri, tetapi memiliki banyak pinggiran kota di daratan utama, misalnya: Khalifa Kota A, B, dan C; Pantai Al Raha; Al Bahia Kota A, B, dan C; Al Shahama; Al Rahba; Antara Dua Jembatan; Baniyas, dan Perumahan Mussafah . Luas Emirat Abu Dhabi sekitar 67.340 kilometer persegi, yang setara dengan sekitar 80% dari total luas lahan Uni Emirat Arab. Namun hanya 30% dari luas emirat yang dihuni, dengan hamparan luas yang tersisa tertutup oleh padang pasir dan lahan kering - merupakan sekitar 93% dari total luas Abu Dhabi. ( Sumber : Wikipedia )



Yaaaa walaupun di Indonesia lebih banyak lagi pantai yang lebih keren dari sabang sampai merauke, beberapa pantai di Abu Dhabi juga merupakan favorit para turis, baik turis lokal maupun turis asing. Salah satunya pantai Corniche yang terletak di pusat kota Abu Dhabi.



Corniche adalah tempat favorit banget buat lari pagi dan main-main bersama keluarga dikala weekend. Karena disana terdapat area kafe dan restaurant cocok banget buat yang suka nongkrong, playground atau tempat bermain buat anak-anak, taman-taman cantik yang asik banget buat piknik saat winter, area khusus untuk berenang dan berjemur dengan life guard yang super banyak, jalur sepeda, jalur pejalan kaki dan juga jogging track.









Karena dulu selama 2 tahun pertama pindah dari Jakarta ke Abu Dhabi saya tinggal di daerah Khalidiya yang letaknya tidak begitu jauh dari pantai Corniche ( kira-kira 2 KM ), biasanya hampir setiap pagi saya lari pagi menyusuri pantai Corniche. Sambil menikmati indahnya pemandangan pantai dan taman yang bersih, kadang-kadang sampai ngga terasa sudah sampai ujung jogging track di pantai corniche. Kalau sampai bablas ke fishmarket di daerah Mina, biasanya saya langsung beli seafood yang masih segar ( ikan, cumi, kepiting dkk nya ) dan langsung dimasak disana. Sampai rumah tinggal bikin sambel sama lalap aja deh. Jadilah kita seafood partehhh =D